Back to blog
Event
Audira Rizkarnaen

Audira Rizkarnaen

October 20, 2026

Harga Sewa Videotron per Meter 2026: Rincian Tarif Indoor & Outdoor

Tarif acuan sewa videotron per m2 untuk indoor P2.5 dan outdoor P3.9, kenapa tarif hari pertama lebih tinggi, dan cara membandingkan penawaran antar-vendor secara adil.

Harga Sewa Videotron per Meter 2026: Rincian Tarif Indoor & Outdoor

Pertanyaan pertama yang hampir selalu muncul saat merencanakan acara adalah harga sewa videotron per meter. Satuan per meter persegi per hari memang cara paling praktis membandingkan penawaran, karena ukuran layar bisa disesuaikan dengan panggung, backdrop, atau fasad venue. Masalahnya, dua vendor bisa menyebut angka per meter yang terlihat mirip padahal isi paketnya berbeda jauh.

Sewa videotron berbeda dari membeli LED wall. Pada pembelian, Anda menghitung biaya kepemilikan selama bertahun-tahun. Pada sewa, yang Anda bayar adalah pemakaian beberapa hari, ditambah seluruh pekerjaan yang membuat layar itu berdiri, menyala, dan dibongkar kembali tanpa mengganggu jadwal acara.

Artikel ini membuka tarif acuan sewa videotron di MVS, menjelaskan kenapa tarif hari pertama berbeda dari hari berikutnya, dan menunjukkan cara membandingkan penawaran antar-vendor secara adil. Semua angka di sini adalah tarif acuan untuk perencanaan; angka final pada penawaran tetap mengikuti hasil survei lokasi.

Tarif Sewa Videotron per Meter Persegi di MVS

Tarifnya dibedakan menurut jenis layar, dan berjenjang menurut lama sewa.

  • LED Outdoor P3.9 — Rp500.000 per m² untuk hari pertama, lalu Rp300.000 per m² untuk hari kedua dan seterusnya.
  • LED Indoor P2.5 — Rp700.000 per m² untuk hari pertama, lalu Rp500.000 per m² untuk hari kedua dan seterusnya.

Banyak orang terkejut melihat tarif indoor lebih tinggi daripada outdoor, karena di pasar sewa umumnya outdoor dipatok lebih mahal. Penyebabnya teknis: P2.5 berarti jarak antar piksel 2,5 milimeter, sementara P3.9 berjarak 3,9 milimeter. Pitch yang lebih rapat membutuhkan lebih banyak modul dan komponen untuk luas yang sama, sehingga unitnya lebih mahal. Layar indoor dipakai pada jarak pandang dekat — tamu duduk beberapa meter dari panggung — jadi kerapatan piksel itu memang dibutuhkan. Untuk panggung terbuka yang ditonton dari belasan meter, P3.9 sudah memadai dan tidak perlu dibayar lebih mahal.

Kenapa Hari Pertama Lebih Mahal dari Hari Berikutnya

Tarif berjenjang sering disalahpahami sebagai diskon. Sebenarnya ini soal di mana biaya sesungguhnya berada.

Sebagian besar pekerjaan sewa terjadi sebelum acara dimulai: mobilisasi unit ke lokasi, loading in mengikuti jadwal gedung, pemasangan struktur, perangkaian kabinet, penarikan kabel, dan uji nyala penuh. Pekerjaan itu terjadi satu kali, berapa pun lama acaranya. Hari-hari berikutnya hanya menambah pemakaian unit dan kesiagaan tim, bukan mengulang pemasangan.

Dampaknya besar pada anggaran. Ambil contoh layar outdoor 4 × 3 meter, luasnya 12 m². Untuk satu hari, tarifnya 12 × Rp500.000 = Rp6.000.000. Kalau Anda mengalikan angka itu tiga kali untuk acara tiga hari, hasilnya Rp18.000.000. Perhitungan yang benar memakai jenjangnya:

  • Hari pertama: 12 m² × Rp500.000 = Rp6.000.000
  • Hari kedua dan ketiga: 12 m² × Rp300.000 × 2 hari = Rp7.200.000
  • Total tiga hari: Rp13.200.000

Selisihnya Rp4.800.000, atau sekitar 27 persen lebih rendah dari perkiraan kasar. Karena itu, saat membandingkan vendor, selalu tanyakan harga untuk total durasi acara, bukan harga satu hari yang Anda kalikan sendiri. Estimasi untuk ukuran layar yang paling sering diminta sudah dihitung di rincian harga sewa per ukuran.

Kenapa Angka per Meter Antar-Vendor Sering Tidak Setara

Dari price list vendor sewa yang dipublikasikan, kisaran pasar untuk layar indoor bergerak sekitar Rp583.000 per m² pada layar kecil 6 m², lalu menurun ke sekitar Rp400.000 per m² pada layar di atas 50 m². Untuk outdoor, angkanya relatif rata di sekitar Rp750.000 per m². Pola menurun pada layar besar itu wajar: biaya mobilisasi dan pemasangan tersebar ke luas yang lebih besar.

Satu catatan penting. Angka Rp1,2 juta sampai Rp2,5 juta per m² yang beredar di beberapa artikel di internet tidak tercermin pada price list vendor mana pun yang dipublikasikan. Perlakukan angka seperti itu dengan hati-hati, dan jangan memakainya sebagai dasar anggaran.

Ada tiga hal yang membuat angka per meter tidak bisa dibandingkan mentah-mentah:

  • Satuan waktunya tidak selalu disebutkan. Sebagian vendor memasang angka tanpa menjelaskan apakah itu per hari atau per paket acara.
  • Isi paketnya berbeda. Ada yang sudah memasukkan struktur dan operator, ada yang hanya unit layar.
  • Hari loading dihitung berbeda. Beberapa vendor menghitung hari pemasangan sebagai hari sewa, sebagian tidak.

Komponen yang Dihitung Terpisah dari Tarif Layar

Tarif per meter di atas adalah tarif layar. Dua komponen berikut dihitung terpisah karena tidak semua acara membutuhkannya.

Rigging — dipakai kalau layar digantung, bukan didudukkan di lantai. Tarifnya Rp300.000 per m² untuk hari pertama dan Rp200.000 per m² untuk hari berikutnya. Layar yang digantung membutuhkan perhitungan titik gantung dan beban bersama pihak gedung, dan itu pekerjaan tersendiri.

Operator — ada dua tingkat. Operator standby Rp500.000 per hari, berjaga di FOH sepanjang acara untuk memastikan tampilan tetap benar. Operator full VJ dengan Resolume Rp1.500.000 per hari, untuk acara yang kontennya dijalankan hidup mengikuti panggung.

Di luar itu, masih ada biaya yang hanya bisa dihitung setelah lokasi diketahui: transport dan mobilisasi, genset bila daya venue tidak mencukupi, perizinan venue atau wilayah, struktur khusus di luar rigging, serta pembuatan konten. Komponen inilah yang paling sering menjadi selisih antara angka awal dan tagihan akhir di banyak proyek, dan dibahas satu per satu di daftar biaya yang belum termasuk.

Contoh Hitungan Lengkap: Panggung Outdoor 24 m², Tiga Hari

Misalkan sebuah peluncuran produk di area terbuka memakai layar 6 × 4 meter, luas 24 m², selama tiga hari, digantung pada struktur, dengan operator VJ penuh.

  • Sewa LED Outdoor P3.9: 24 m² × (Rp500.000 + Rp300.000 × 2) = Rp26.400.000
  • Rigging: 24 m² × (Rp300.000 + Rp200.000 × 2) = Rp16.800.000
  • Operator full VJ: Rp1.500.000 × 3 hari = Rp4.500.000
  • Total: Rp47.700.000

Angka itu belum termasuk transport, genset, dan perizinan. Perhatikan porsi rigging-nya: untuk layar yang digantung, struktur bisa mencapai lebih dari sepertiga nilai sewa layar. Inilah sebabnya pertanyaan "digantung atau didudukkan" harus dijawab lebih dulu sebelum menilai apakah sebuah penawaran mahal atau murah.

Cara Meminta Penawaran yang Bisa Dibandingkan

Supaya penawaran dari beberapa vendor bisa diletakkan berdampingan, samakan dasarnya lebih dulu. Minta setiap vendor memisahkan:

  • Luas layar aktif dalam m² dan pitch yang dipakai
  • Tarif layar untuk total durasi acara, dengan jenjang hari yang terlihat
  • Biaya struktur atau rigging sebagai baris sendiri
  • Biaya operator beserta jam kerjanya
  • Transport, genset, dan perizinan, atau pernyataan tegas bahwa itu belum termasuk
  • Apakah hari loading in dihitung sebagai hari sewa

Penawaran yang hanya menulis satu angka besar tanpa rincian bukan berarti lebih murah; ia hanya lebih sulit diperiksa. Dan pada hari-H, yang menentukan bukan angka di kertas, melainkan siapa yang bertanggung jawab ketika struktur, listrik, dan layar harus bekerja bersamaan.

FAQ

Berapa harga sewa videotron per meter untuk satu hari?

Tarif acuan MVS adalah Rp500.000 per m² untuk LED Outdoor P3.9 dan Rp700.000 per m² untuk LED Indoor P2.5 pada hari pertama. Tarif itu untuk layar; rigging dan operator dihitung terpisah, dan transport serta genset menyesuaikan lokasi.

Kenapa tarif indoor lebih tinggi daripada outdoor?

Karena pitch P2.5 lebih rapat daripada P3.9, sehingga membutuhkan lebih banyak modul untuk luas yang sama. Layar indoor dilihat dari jarak dekat, jadi kerapatan itu memang diperlukan. Untuk jarak pandang jauh, P3.9 sudah memadai.

Apakah sewa tiga hari berarti tarif harian dikali tiga?

Tidak. Hari pertama memakai tarif penuh karena mencakup mobilisasi dan pemasangan, lalu hari berikutnya lebih murah. Untuk layar outdoor 12 m², tiga hari menjadi Rp13.200.000, bukan Rp18.000.000.

Apakah harga sudah termasuk operator?

Belum. Operator standby Rp500.000 per hari dan operator full VJ Rp1.500.000 per hari, dipilih sesuai kebutuhan acara. Acara dengan konten yang berjalan mengikuti rundown panggung biasanya membutuhkan VJ.

Apa yang membuat harga sewa bisa berubah dari estimasi awal?

Kondisi lokasi. Jalur masuk barang, ketinggian pemasangan, ketersediaan daya, aturan loading gedung, dan kebutuhan izin dapat mengubah pekerjaan yang harus dilakukan. Survei lokasi adalah cara menutup selisih itu sebelum kontrak, bukan sesudahnya.

Harga sewa yang wajar dimulai dari lingkup pekerjaan yang jelas, bukan dari angka per meter yang paling rendah. Master Visual Solution / MVS menangani layar, struktur dudukan, panel listrik, dan operator dalam satu kontrak, sehingga tidak ada pihak yang saling tunjuk saat acara berjalan. Anda bisa menghitung estimasi biaya sewa sendiri lewat kalkulator di halaman Sewa Videotron, lalu mengirim hasilnya ke tim MVS untuk penawaran resmi.

Let's Work Together

Siap Wujudkan Proyek Anda?

Konsultasikan kebutuhan multimedia, AV, dan digital signage Anda bersama tim MVS. Respon dalam 1x24 jam.

Hubungi Kami

Keep Reading

Artikel Lainnya